Padang, rakyatsumbar.id — Target juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi taruhan serius bagi kontingen Kota Padang. DPRD Kota Padang bahkan telah mengalokasikan bonus Rp23 miliar untuk atlet berprestasi, namun pencairannya bergantung pada capaian medali emas.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, anggaran tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet sekaligus pemantik agar kontingen Padang tampil maksimal di arena pertandingan.
Karena itu, ia meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi.
“Secara khusus, DPRD Padang mendesak KONI Kota Padang untuk memberikan perhatian ekstra terhadap kebutuhan mendasar para atlet. Suplemen, vitamin, layanan kesehatan, hingga tim masseur (pemijat) wajib dipastikan tersedia tanpa celah,” kata Muharlion dalam wawancara melalui telepon, Minggu (04/10/2026).
Menurutnya, kesiapan fisik atlet tidak boleh terganggu persoalan teknis, terutama nutrisi, kesehatan dan pemulihan setelah bertanding. Dukungan tersebut dinilai penting agar atlet mampu menjaga stamina dan mengejar medali emas sebanyak mungkin.
Muharlion menegaskan DPRD Kota Padang memasang target tinggi, yakni mempertahankan reputasi Padang sebagai kekuatan utama olahraga Sumatera Barat dengan merebut posisi juara umum Porprov.
Target itu, katanya, harus dijawab dengan perjuangan maksimal seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga.
“Target yang dipasang DPRD Kota Padang tidak main-main. Kota Padang membidik posisi juara umum dalam ajang Porprov kali ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, besarnya anggaran bonus harus berbanding lurus dengan prestasi yang diraih. Evaluasi akan dilakukan apabila target juara umum gagal diwujudkan.
“Mengenai bonus Rp2,3 miliar di KONI Kota Padang, pencairannya bergantung pada hasil akhir pencapaian medali emas. Jika target tidak tercapai, maka sisa dana bonus tersebut tidak dapat dicairkan dan otomatis menjadi SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran),” tegas Muharlion.
Kini, sinergi Pemkot Padang, DPRD, KONI dan seluruh kontingen menjadi penentu. Rp2,3 miliar telah disiapkan sebagai penghargaan, tetapi emas di arena pertandingan menjadi kunci pencairannya. Publik pun menunggu apakah target juara umum mampu diwujudkan para atlet Kota Padang. (edg)

