Padang, rakyatsumbar.id —Dukungan terhadap perjuangan atlet penyandang disabilitas untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional terus mengalir.
Salah satunya datang dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, yang memberikan perhatian dan support penuh kepada para atlet yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan tersebut disampaikan Buya Iskandar saat menghadiri audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama para orang tua atlet penyandang disabilitas di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (17/08/2026).
Mewakili rombongan, Buya Iskandar menyampaikan bahwa kontingen Sumatera Barat dijadwalkan membawa 27 atlet untuk bertanding di Pesonas II 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 atlet berasal dari Kota Padang.
Mereka merupakan atlet berprestasi yang sebelumnya berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024.
Menurut Buya Iskandar, keikutsertaan para atlet bukan sekadar tentang meraih medali, tetapi juga menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah.
Pesonas sendiri merupakan ajang kompetisi bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).
Beragam cabang olahraga akan dipertandingkan, mulai dari atletik, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket, bocce, futsal, senam ritmik, bola tangan, bola voli, hingga tari daerah.
“Keikutsertaan para atlet di Pesonas merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan, semangat, dan prestasi mereka. Kita tentu berharap mereka mampu memberikan yang terbaik sekaligus membawa nama baik Sumatera Barat,” ujar Buya Iskandar.
Lebih dari sekadar kompetisi, Pesonas II 2026 juga menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games yang akan digelar di Santiago, Chile, pada 2027.
Selain pertandingan olahraga, rangkaian kegiatan Pesonas juga diisi dengan Kongres Nasional Keluarga dan Pemuda SOIna, pelatihan kepemimpinan atlet, penguatan jaringan dukungan keluarga, seni dan budaya serta gerakan revolusi inklusi.
Bagi Buya Iskandar, momentum tersebut menjadi pengingat penting bahwa olahraga harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua. Para atlet penyandang disabilitas layak mendapatkan kesempatan, dukungan, dan penghargaan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan dari keluarga serta berbagai pihak, kontingen Sumbar diharapkan mampu tampil maksimal di Pesonas II 2026 dan membawa pulang prestasi membanggakan untuk Ranah Minang. (edg)

